Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Menjual Rumah Warisan  

Posted by mct on

Harta warisan berupa rumah dijual di jakarta yang telah diberikan kepada ahli waris, dapat dimanfaatkan dalam berbagai cara. Digunakan untuk kepentingan bersama atau pun dijual, bisa dilakukan jika seluruh ahli waris yang terdaftar di akta waris secara sah sepakat akan hal itu.

 

Saat seluruh ahli waris sah memutuskan untuk menjual rumah warisan tersebut, ada beberapa hal serta tahapan yang harus diperhatikan untuk mencegah terjadinya sengketa di masa depan. Pastikan Anda membaca ulasan ini sampai akhir untuk mengetahuinya.

 

Surat-surat

Setelah pewaris rumah meninggal, ada dua surat penting yang harus dimiliki para ahli waris. Yang pertama adalah Surat Keterangan Kematian yang dilanjutkan menjadi Akta Kematian. Surat keterangan yang resmi terbubuhi tanda tangan serta cap catatan sipil serta kantor dinas kependudukan setempat.

 

Yang kedua adalah Surat Keterangan Waris berisikan seluruh nama ahli waris yang telah ditetapkan pengadilan agama serta keterangan-keterangan lainnya. Kedua surat itu adalah bukti utama yang menerangkan kepemilikan dari rumah yang telah ditinggalkan oleh pewaris yang meninggal dunia.

 

Proses Penjualan

Secara proses, sebenarnya tidak ada perbedaan yang mencolok antara jual-beli rumah waris dan rumah pada umumnya. Ahli waris dapat langsung menjual tanah serta rumah yang diwariskan tanpa harus balik nama ke seluruh nama ahli waris terlebih dahulu. Hal tersebut akan dilakukan nanti, ketika mengurus jual-beli tanah di Badan Pertanahan Setempat.

 

Ahli Waris Berkumpul

Ketika rumah sudah laku dan akan surat Akta Jual Beli (AJB) akan ditandatangani, seluruh ahli waris sah yang terdaftar harus berkumpul di kantor Pejabat Pembuat Akta Tanah. Hal ini dilakukan untuk mempermudah segala proses pengurusan, penandatanganan, serta perpindahan seluruh dokumen kepada pembeli rumah.

 

Jika dalam kesempatan tersebut ada salah satu atau beberapa ahli waris yang tidak bisa haris, maka bisa diwakilkan. Syaratnya, adalah adanya surat kuasa dan pemberian kuasa ini harus dilakukan di hadapan notaris.

 

Pembayaran Pajak

Walau dalam proses balik nama langsung dilakukan pada nama pembeli rumah, namun para ahli waris tetap harus membayarkan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dengan perhitungan sebagai berikut :

{5% (NJOP – NJOPTKP)} x 50%

NJOP: Nilai Jual Objek Pajak

NJOPTKP: Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak

 

Ahli waris juga harus membayarkan Pajak Penghasilan (PPH) dengan perhitungan seperti ini : 5% dari harga transaksi atau nilai NJOP. Penentuannya diambil dari nilai harga yang lebih besar.

 

Sementara itu, pembeli pun juga wajib membayarkan pajak BPHTP dengan rumus 5% {(NJOP – NJOPTKP)}

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *