E-FLPP Bantu Penjualan Rumah Bersubsidi

Posted by mct on

Banyak orang yang mengeluhkan betapa rumitnya membeli rumah dijual di jakarta bersubsidi. Hal ini karena banyak prosedur yang harus dilalui untuk membeli rumah tersebut dengan skema KPR.

Kini tidak perlu khawatir lagi karena Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) telah meluncurkan sebuah sistem Online atau dalam jaringan untuk mengurus Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP. Fasilitas ini disebut dengan e-FLPP.

Peluncuran fasilitas ini pun diapresiasi  oleh Real Estate Indonesia atau REI. Mereka menyebut dengan adanya sistem Online ini, pemohon tidak bisa lagi memberikan data dengan tidak lengkap. Karena e-FLPP ini memungkinkan untuk pemohon untuk memasukkan data selengkap-lengkapnya.

Selain itu juga, sistem ini disebut-sebut dapat memangkas waktu permohonan pencairn dana FLPP dari bank penyalur KPR atau Kredit Pemilikan Rakyat. Kini permohonan pencairan data sendiri hanya membutuhkan waktu selama tiga hari. Padahal, dahulu kala pencairan dana FLPP sendiri membutuhkan waktu paling tidak sekurang-kurangnya 7 hari.

Awalnya, ada usulan untuk dapat memangkas waktu permohonan menjadi hanya 1 hari saja. Jika direalisasikan, hal tersebut tentu akan lebih baik lagi. Namun, REI tetap mendukung secara penuh pemangkasan waktu menjadi 3 hari; lebih baik daripada 7 hari lamanya.

Selain itu, e-FLPP diharap juga dapat terus membantu penyerapan pembangunan rumah bersubsidi. Juga mengurangi adanya backlog rumah subsidi di tengah program Sejuta Rumah untuk Rakyat.

Permintaan yang melonjak, menjadikan proses yang ada haruslah cepat sehingga masyarakat bisa segera mendapat rumah dan seluruh sistem jual beli rumah tidak mandek.

Fasilitas e-FLPP ini juga nantinya akan diintegrasikan dengan tabungan perumahan rakyat atau Tapera yang akan juga menjadi salah satu skema untuk mendapatkan rumah subsidi.

Sepanjang tahun 2010 hingga 2016, pemerintah telah menggelontorkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp 23,28 triliun. Dana tersebut digunakan untuk membangun rumah subsidi sebanyak 444.605 unit dalam kurun waktu tersebut.

Tahun ini, pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp 3,6 triliun untuk membangun rumah. Sepanjang tahun 2016, dana yang sudah tersalurkan sebesar Rp 3,2 triliun. Dana tersebut telah digunakan untuk membangun sekitar 35.000 rumah bersubsidi di seluruh Indonesia. Harga jual rumah subsidi sendiri berkisar antara Rp 130 juta hingga Rp 180 juta.

Untuk informasi mengenai property dapat mengunjungi situs seperti www.urbanindo.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *